Selasa, 15 Juni 2010

YAESU FT-7B si Bandit Bermata Cantik

Sudah  hampir satu minggu saya "jatuh cinta" kembali dengan si Bandit dengan mata cantik..Sayangnya mata tersebut bukan dikepala manusia kaum Hawa, tetapi di kepala radio HF All Band merek Yaesu FT-7B atau sering disebut-sebut sebagai radio "Tujuh Bandit" produksi YAESU periode akhir 70an sampai pertengahan 80an..Ironisnya, radio dengan mata cantik juga dikategorikan oleh amatir di YB Land sebagai radio "buta", atau radio "tongkat" karena pemakainya tidak bisa pasti bahwa frekuensi yang didisplay sudah zero beat dengan lawan bicara..Akibatnya, sering kali saat dimulainya QSO, saya harus minta report signal dan apakah sudah zero beat?  :)..Kalau belum zero beat, maka harus diputar-putar halus dial VFOnya..Yang lebih unik lagi ada sebutan pula bahwa radio ini sebagai radio raja "selingkuh" karena saat baru dinyalakan sampai kurang lebih setengah jam, VFOnya akan mengalami drift/geser frekuensi sampai 10 Khz !! Sesudah lebih dari setengah jam dan VFOnya telah "warming up", driftnya tidak terlalu drastis sebesar kurang lebih 300 Hz perjam..


Ada dua versi FT-7, yaitu versi FT-7 gundul atau polos dengan output QRP/10 W dan si Bandit FT-7B dengan spesifikasi sebagai berikut:
Frequency range: 10-80 m
Mode: AM/SSB/CW
RF Power output: AM: 12 W
SSB/CW: 50 W
Receiver system: Single conversion superheterodyne
Sensitivity: 0.25 uV (10 dB S/N)
Selectivity: 2.4 KHz (-6 dB), 4 KHz (-60 dB)
Image rejection: 10 m: >50 dB, 15-80 m: >60 dB

Berat radio ini hanya 5 kiloan dan kira2 1.5x lebih besar dimensinya dibanding dengan CB jadul seperti Midland 7001..Maka FT-7B bisa dianggap sebagai radio PORTABLE dan bisa dipasang dikendaraan anda dengan bracket dan antena mobile yang pas..Di Amrik dan Eropa, radio ini terbilang sukses dan digemari oleh para pecinta alam dan para rekan amatir diprofesi sales karena dianggap radio HF di era 1980an yang enteng dan portable..Saat itu, banyak radio yang dianggap portable seperti FT-101, Kenwood TS-820 dan TENTEC 540 tetapi dalam segi dimensi dan beratnya, FT-7B tidak ada tandingan nya

Si Bandit ini cukup peka dalam RXnya dan selectivitynya cukup lumayan terutama kalau digunakan tuk bekerja DX..Saya coba melakukan DX di 20M (14.150 Mhz) dan hasilnya lumayan dengan catatan bahwa radio ini sudah saya nyalakan dan on stand by mode hampir 40 menit sebelum digunakan..Dengan MIC Gain disetting jam 3 atau 75% dan menggunakan MIC Cobra yang low impendasi/600 ohm, PEP Output rata2 40W..Komentar dari rekan lawan bicara lokal maupun DX stasiun adalah "Good and Bright Modulation"..Bahkan satu rekan dari Bekasi mengatakan bahwa Bandit saya ini sudah bisa mengalahkan seluruh Bandit2 di Nusantara dari segi kualitas modulasi :)..Kualitas modulasi dari segi RX dengan built in speakernya juga lumayan baik..Saya tidak mengalami kesulitan tuk mendengar modulasi lawan bicara dari lokal maupun DX hanya dari speaker internalnya..

Salah satu fitur yang menarik adalah mode AM yang tersedia tuk berkomunikasi di 11 meter yang sangat popular di era 1970-80an..Kadang saya sering juga mendengarkan SW broadcast di 41 meter band dengan hasil audio yang lumayan walaupun filter AM nya kurang lebar..Disediakan juga filter CW yang cukup sempit tuk berkerja di mode CW..Namun di mode CW, saya harus melakukan tuning offset nya sebesar 800 Hz antara TX and RX..Dan kalau saya pindah mode dari USB ke LSB, saya harus lakukan kalibrasi ulang dengan menggunakan signal zero beat dari built-in Markernya.. Kalau di radio moderen sudah dilakukan secara otomatis..

Di band 10C dan 10D sudah tersedia kristal tuk 11m sampai 28.000 Mhz..Menurut hemat saya, Yaesu sangat "cerdik" tuk memperkenalkan radio ini dengan fasilitas 11m SSB dan AM dimana banyak radio ini diserap juga oleh komunitas breakers diseluruh dunia terutama di Eropa, Amrik dan oleh anggota RAPI di era tahun 1970-80an..


Aksesoris yang utama adalah frequency counter atau display merek Yaesu model YC-7B (lihat foto dari internet)..Counter tersebut disambungkan ke belakang panel FT-7B dengan menggunakan connector Philips atau Din Plug..Dengan menggunakan YC-7B seperti memberikan kaca mata "keren" ke si Bandit supaya tidak buta lagi :) .. Namun aksesoris ini sangat langka dan saya masih tetap mencarinya..Bilamana ada rekan yang mengetahuinya, mohon email ke saya..

Demikian mini review saya terhadap Yaesu FT-7B, si radio dengan beberapa julukan dari Bandit Kota, ke si Buta dari Gua Hantu sampai si radio Playboy karena sering selingkuh, namun menurut saya, radio ini sangat spesial dan saya anggap radio ini sebagai Radio dengan Mata Cantik..Walaupun radio ini tidak secanggih radio2 moderen, saya yakin banyak amatir akan "jatuh cinta" dengan nya bukan hanya karena matanya yang cantik, tetapi juga karena radio ini tidak ribet tuk dioperasikan dengan suara audionya yang lembut..Mudah mudahan rekan2 yang telah membaca artikel ini bisa memberikan komentar tentang kenang kenangan manis yang telah dialami saat menggunakan radio FT-7 Bandit....

Salam, JOY/YC0NSI..

Senin, 07 Juni 2010

Vintage Midland CB Walkie Talkie era tahun 1960-70an..


Tadi malam saya mencoba Midland CB model 13-755B dalam bentuk Walkie Talkie era akhir 1960-1970an..CB ini memiliki 6 channel tapi cuma terisi sepasang kristal tuk TX dan RX di Channel 7/27.085 Mhz..Power Output sebesar 2.5 Watt dan bisa distel tuk LOW Power sebesar 1 Watt..CB ini beratnya 2.5 kilogram seperti 2 keping batu bata, komplit dengan 8 baterai warung ukuran AA @ 12 V DC..Seluruh chasisnya dibuat dari besi/all metal chassis..Di Amrik dan Eropa, CB ini cukup popular di tahun 1960-70an karena chassisnya yang tahan benturan seperti sebuah TANK militer :) ..Aplikasi utama adalah untuk komunikasi 2 arah dan sering digunakan dilapangan/field work terutama dibidang konstruksi, pertambangan dan pabrikan..Dimensi radio ini kurang lebih 30 cm tingginya, dengan ketebalan 5 cm..Lebarnya kurang lebih 6 cm atau 1.5 kali lipat lebih besar dari HT 2m ICOM-IC2N..Cocok lah tuk dibawa-bawa oleh "orang bule"..Kalau tuk orang Timur, sepertinya lengan kita cepet pegel..hihi..

Dengan power source dari 8 baterai tipe AA dan menggunakan built-in antena teleskopik yang panjangnya hampir 90 cm, saya coba transmit di atas dak rumah..Dengan menggunakan Hi-Power/2.5W, saya coba kontak di Channel 7 dengan rekan yang tinggal di Kembangan, Jakarta Barat..Jaraknya kurang lebih 8 kilometer dari QTH saya..Sayangnya, saya cuma dapat kopi beliau cukup jelas tapi beliau tidak dapat mendengar saya..

Kembali ke radio shack, saya menggunakan 13.8V DC dari power supply unit dan disambung langsung ke antena luar Gazden melalui Antena Input disamping radio dengan menggunakan jack RCA (lihat foto)..Hasilnya lumayan dan dengan Hi Power, saya dapat diterima rekan di Kembangan dengan report S-57 dan modulasi AM mulus tanpa cacat..Dengan menggunakan Low Power/1W, signal strength saya drop menjadi S-55..Saya cabut DC dari PSU dan TX Low Power menggunakan DC supply dari 8 baterai baru didalam radio dan antena luar Gazden..Hasilnya lumayan dan direport S-55 dari rekan di Kembangan..Lalu bergabung satu rekan lagi dari seputaran Cengkareng (kurang lebih 15 kilometer dari QTH saya) dan beliau juga memberikan report yang sama..Hasil AUDIO dari speaker-mic juga sangat baik..Modulasi 2 rekan dapat saya terima dengan jelas dengan kualitas audio cendrung ke "bright"..Seperti sedang menyimak radio BC Sonora :)..

Selain TX menggunakan speaker sekaligus MIC yang built-in, kita bisa juga menggunakan aksesoris external microphone Midland ori model 18-138..Namun MIC ini sangat langka dan sampai sekarang saya masih belum mendapatkan nya..Mungkin kalau ada teman2 yang mengetahui, tolong memberitahu saya melalui email..Radio ini bisa juga digunakan tuk Public Announcement (PA) seperti radio CB biasa..Seharusnya ada sarung kulit tapi karena umur, sarungnya sudah hancur..Tersedia juga External Battery Pack (18-137) yang bisa kita isi dengan 8 baterai AA tuk cadangan..Disediakan juga Charging Jack tuk mengcharge baterai NiCad kalau kita milih menggunakan baterai NiCad atau NiMh..Radio ini juga bisa digunakan tuk di kendaraan dengan menggunakan antena luar 11 meter tipe Base Coil biasa atau antena asli Midland model no. 18-210..

Saya cantumkan juga schematics tuk yang berminat..Model ini menggunakan 15 transistor + 1 Integrated Circuit (IC)..Lumayan canggih di jaman nya..Di era akhir tahun 1960, pesawat radio yang telah menggunakan IC dianggap Hi-Tech :)..Apalagi radio komunikasi yang sifatnya portable dan relatif enteng dibanding dengan pesawat radio yang lain nya pada saat itu..

Demikian mini review saya terhadap Walkie Talkie Vintage era tahun saya masih duduk di taman kanak-kanak..Walaupun sudah berumur 40 tahun, penampilan nya masih seperti baru dan mengkilap..Saya merasa sedang melalui Time Travel ke tahun 1970an tuk melakukan review perangkat ini :) ..Mudah-mudahan pembaca artikel ini bisa mengappresiasi terhadap kemajuan teknologi selama 4 dekade dimana sekarang ini, pesawat komunikasi HT moderen seperti Yaesu VX-1 VHF/UHF hanya sebesar telapak tangan yang beratnya hanya 500 gram tapi outputnya 1 W.. 

Salam, JOY/YC0NSI


Jumat, 04 Juni 2010

Medley tahun 1980an dan Short Wave Listening SWL..



Tadi malam, tanggal 4 Juni 2010, kami sekeluarga menghadiri acara Music Awards di sekolahan putra saya di Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci..Acara ini sangat menarik karena diadakan konser musik yang dipragakan oleh puluhan murid sekolah SMP dan SMA yang memainkan alat2 musik moderen seperti keyboard dan tradisional seperti Angklung dan Kolintang..Disela acara tersebut, dilakukan presentasi Piagam/Award kepada beberapa murid yang meraih nilai terbaik dibidang instrumen musik dan Performing Arts..

Putra saya yang nomor 2 memainkan Angklung dan dengan rekan2 nya mereka memainkan lagu klasik dari abad 17 berjudul CANON oleh komposer PACHELBEL..Rupanya enak juga mendengar lagu CANON yang biasanya dimainkan dengan instrumen viola/string instruments dipresentasikan oleh sekelompok murid SMP SPH dengan instrumen tradisional Angklung :) ..

Putra saya yang sulung bergabung dalam School Band nya dan dia memainkan instrumen Baritone Saxaphone (bari sax)..Dengan grup bandnya (lihat foto), mereka memainkan beberapa lagu2 pop dari tahun 1980an atau 1980s Medley..Terdengar lagu2 pop masa saya masih seperti mereka duduk dibangku SMA seperti alm. Michael Jakson, "Billy Jean" dan "Beat It"; Madonna, "Material Girl" dan "Holiday"; soundtrack dari film Flashdance, "What a Feeling" yang dinyanyikan oleh Irene Cara dan lain-lain..Konser ditutup dengan piagam yang paling bergengsi diberikan kepada murid SMA yang terbaik dalam Performing Arts dan dilanjut dengan dimainkan soundtrack dari film musikal 1960an oleh Rodgers and Hammerstein, Sound of Music judul "My Favorite Things"..Lagu ini dinyanyikan oleh salah satu Guru musik asal Amerika yang tugasnya di SPH selama 10 tahun sudah berkahir dan beliau akan melanjutkan misi barunya di Vietnam..

Tahun 1980an boleh dikatakan dekade yang penuh tantangan karena saya menghadapi "hidup baru" kuliah di negri Australia dengan warga Australi yang 95% keturunan Eropa dengan kultur dan budaya mereka yang asing bagi saya..Namun saya cepat beradaptasi dan Enjoy Saja :) ..Gaya hidup mereka ini yang kadang masih melekat disaya sampai sekarang..Ber Disko ria sambil minum Beer Victoria Bitter atau Fosters adalah salah satu kegiatan favorit saya sambil goyang2 pinggul didampingi lagu2 pop yang disebutkan diawal artikel ini dan kaum Hawa berambut panjang blonde :) ..
Mendengar si-sulung memainkan medley 1980an jadi teringat saat saya kuliah mendengarkan lagu2 pop menggunakan radio Realistic DX-300 seperti yang dipragakan difoto..Dengan perangkat ini, saya sering melakukan SWL terutama stasiun SWBC seperti BBC, RRI, VOA, Radio Singapore International dan stasiun2 lokal di band Medium Wave/MW broadcast..Stasiun favorit MW lokal saat itu adalah 3KZ di gelombang 1179 Khz yang memutar lagu2 POP dan klasik..Untuk antena nya adalah sepotong kabel speaker sepanjang 10 meteran yang saya gantung dari jendela tempat saya tinggal saat itu di South Vermont, Victoria..

DX-300 adalah perangkat ALL BAND Communication Receiver pertama dijual oleh Tandy Corporation/Radio Shack yang menggunakan digital frequency display dan prinsip tuning Wadley Loop..Di tahun 1984, saya beli bekas dengan harga A$75 (Rp 400 ribuan saat itu) karena kalau baru harganya mahal, yaitu menyampai A$200an (Rp 1,5 juta uang tahun awal 1980an)..Namun performance nya kurang dan tidak berimbang dengan harga dan penampilan nya :( ..Menurut saya, receivenya kurang peka dan kurang selective tuk menerima DX stasiun..AGCnya nya juga kurang baik tuk menghandle QSB..Namun tuk lokal stasiun ok-ok saja..Karena performance yang kurang, akhirnya dikeluarkan model DX-302 diawal tahun 1980an yang menurut Eham review, performancenya lebih baik daripada model DX-300..

DX-300 saya jual seharga A$50 saat saya meninggalkan Melbourne dan kembali ke Jakarta di tahun 1988..Lumayan dapat uang tuk traktir temen2 yang masih kuliah dimalam terakhir saya di Melbourne, sebuah kota yang sampai sekarang terkesan sebagai the Most Liveable City in the World..

Demikian artikel ini saya buat dan mudah-mudahan bermanfaat bagai SWLer di Tanah Air dan tuk yang berminat, banyak info tentang SPH dan radio DX-300 di internet..Sebagai info tambahan, setahun yang lalu saya membeli DX-300 yang masih NOS dari Ebay USA tuk mengenang masa2 yang "Enjoy Saja" :)..DX-300 lengkap dengan dus asli dan pedoman nya saya tampilkan difoto atas..Saya sempet juga merekam video DX-300 in action di hal YouTube saya (http://www.youtube.com/ dan ketik YC0NSI dan tinggal pilih video judul DX-300)..Walaupun performance DX-300 kurang dibanding dengan Yaesu FRG-7 dan receiver model baru, tapi tuk kenang-kenangan, no problem lah..

Selamat berweekend dan sampai jumpa di artikel berikutnya..

Salam hangat n 73, JOY/YC0NSI..

Senin, 31 Mei 2010

Long weekend asyik mengoprek-ngoprek radio..

Ada "pepatah" bahwa guru yang terbaik adalah melakukan nya sendiri sambil belajar alias Learning by Doing atau On the Job Training..Ada apa hubungan nya dengan Hobi Radio? Saat long weekend ini, saya sempet mengoprek sebuah radio CB buatan akhir 1970an merek Midland 7001 yang tidak berfungsi secara maksimal..Saya menyempetkan diri tuk mencari info tentang radio ini dengan bantuan dari Mister Google di internet dan menelpon-nelpon OM JOPIE yang dikenal sebagai Dokter CB tuk meminta arahan dan petunjuk dari beliau..akhirnya CB tersebut "sembuh" dan saya rasanya sangat bahagia dan puas dengan hasilnya..



Menurut saya, mengoprek radio dapat meluaskan wawasan kita sebagai seorang Amatir terhadap radio yang kita operasikan..Operator dapat mengerti cara radionya beroperasi dan menghindar melakukan hal-hal yang dapat merugikan..Hubungan antara operator dan radionya bukan cuma hanya hubungan antara manusia dan mesin atau perangkat yang dianggap sebagai benda mati..Tapi, hubungan erat antara Radio dan Operatornya akan memastikan bahwa hobi ini lebih enjoyable dan yang lebih penting, si operator akan lebih menghormati radionya dan akan melakukan operating prosedur yang benar supaya radionya lebih awet dan dapat digunakan secara maksimal..Bilamana radionya ada trouble, si operator bisa melakukan diagnosa yang lebih akurat dan ini akan menghemat waktu dalam melakukan perbaikan..

Disamping itu, lebih kita menguasai bagaimana caranya radio beroperasi, lebih siap seorang Amatir tuk mendirikan stasiun radionya yang baik..Faktor lain yang penting adalah sistim antena nya..Ada yang bilang 90% suksesnya sebuah stasiun adalah antenanya dan 10% perangkatnya..saya setuju 100% dan sudah berkali-kali saya buktikan dengan radio sederhana low power, tapi sistim antena yang pas (ga perlu yang berlebihan atau yang mahal)..Saya masih bisa melalang dunia atau DXing dengan report yang OK seperti dengan menggunakan perangkat jadul FT-101F barefoot/100 Watt buatan pertengahan 1970an (lihat foto) dan antena rotary dipole homebrew di band 15 meter..QTH lawan bicara saya di West Coast, USA dan dia menggunakan perangkat yang paling muktahir dengan antena Yagi yang 5 elemen ditambah sepatu hak (linear amp) yang 1 KW!!..Harga radionya, amplifier dan antena nya sudah bisa beli Kijang bekas yang tahun 2000an..Memang saya terima dia "gede" atau stasiun Big Gun dan saya memberikan report S-9 + 10 Db dengan modulasi yang banter..Report yang saya terima juga sama, yaitu S-9 +10 Db..Yang dia kaget adalah pada saat kita saling tukar info tentang working condition kita..Begitu saya katakan bahwa saya menggunakan Yaesu FT-101F dan antena homebrew, dia sampai bungkem..Dengan propagasi saat itu yang baik, QSO kita berlangsung hampir 10 menit dengan sedikitnya QSB/timbul tenggelam dan QRM/QRN yang rendah..

Sebelum QSO berakhir, dia mengaku bahwa dia sangat kagum dan angkat topi terhadap set up saya yang simple tapi efektif..Antena Yagi 5 Elemen yang digunakan beliau juga sangat membantu dalam sisi receive maka dengan transmit power dari FT-101F saya yang hanya 100 Watt, beliau bisa menerima saya sampai S-9 +10 Db..Kalau saya juga pake antena yang sama, pasti akan saya terima signal beliau minimal S-9 +20 Db..Pengalaman seperti ini sering saya alami dengan stasiun amatir dari Eropa, Jepang, Australia dan Amerika Latin..Antena menjadi salah satu kunci kesuksesan tuk mengejar stasiun DX terutama saat noise level atau QRM tinggi..Mudah-mudahan pada suatu hari, saya bisa dapat hoki dan sanggup membeli dan instal antena Yagi 5 elemen di stasiun saya..

Mudah-mudahan rekan2 yang telah membaca artikel ini tidak lagi melihat radionya hanya sebagai sebuah alat kotak hitam..Tinggal di nyalakan dan langsung melakukan break-break atau CQ CQ..Sekali-kali coba dibuka radionya dan sambil membaca pedoman nya atau skematiknya (tinggal dicari di internet menggunakan Mister Google), ditelesuri desain transceiver yang sedang digunakan dan dipelajari hubungan antara suatu unit kerja sesama unit lain didalam radio nya..Saya yakin dengan cara ini, hobi radio ini akan lebih enjoyable..Paling penting kita jangan takut mengotori tangan sendiri mengoprek-ngoprek radio..Sesudah ngoprek, jangan lupa mencuci tangan sebelum sarapan :) ..

Salam, JOY/YC0NSI..

Sabtu, 29 Mei 2010

Hubungan antara film Prince of Persia dan radio klasik

Diawal tahun 1990an, waktu saya masih bujangan, saya kecandu dengan sebuah PC Game petualangan dengan judul Prince of Persia..Game ini dimainkan di Komputer PC AT dengan monitor VGA berwarna..Pada saat itu, game ini boleh dikatakan canggih dengan warna yang cemerlang dan sound effect 8 bit stereo yang lumayan menawan..

Prince of Persia sangat berhasil dan dibuat beberapa sekuel dan hampir 20 tahun kemudian, dibuat film kolosal layar lebar oleh Walt Disney dengan judul Prince of Persia, the Sands of Time..

Pada hari Sabtu tanggal 29 Mei sore, saya dan keluarga menonton Prince of Persia di Cinema XXI Plaza Senayan..Cerita film ini klasik, yaitu tentang Good vs Evil dimana karakter utamanya, Pangeran Dastan dituduh membunuh Ayahnya, seorang Raja di negri Persia kuno..Dia melarikan diri karena terasa difitnah oleh saudaranya..Pangeran Dastan mempunyai senjata pamungkas untuk melawan pihak jahat, yaitu sebuah belati yang bisa memutar waktu kemasa lalu atau time travel..Dengan senjata ini dan bantuan dari seorang Princess cantik, akhirnya pihak yang benar menang dan Prince Dastan dapat memperbaiki citranya dan supaya ceritanya lengkap, menikahi Princess yang cantik :)..

Seusai nonton dan makan malam, saya dan keluarga kembali ke rumah..Saya lalu masuk ke radio shack dimana saya dikelilingi dengan radio2 vintage/tua..Seperti Prince Dastan di film, saya terasa "Time Travel" dan kembali 40 tahun silam ke jaman 60-70an saat saya masih kecil..Disebelah kiri ada sebuah radio gelombang pendek merek Philips seperti milik alm. Kakek, di tengah meja ada transceiver setline buatan Amrik merek Heathkit HW-101, Heathkit HW-8 CW only QRP transceiver dan diatasnya disusun radio setline Kenwood TS-520S, dua-duanya radio tabung model produksi awal tahun 70an saat saya masih duduk dibangku SD..Disebelah kanan saya ada radio transceiver tabung setline Yaesu FT-101F dan diatasnya disusun transceiver tabung buatan Amrik tahun 60an merek SWAN 350 HF dan Siltronix Comanche 1011D (lihat foto kiri atas)..

Saya menyalakan radio Heathkit HW-101 (lihat foto susunan bawah) dan sambil menunggu tuk lebih dari 12 tabung nya memanas dan stabil, saya sempet membuat kopi dan menikmati sebatang rokok Samsu filter..Tidak lama kemudian, terdengar modulasi rekan-rekan ORARI di 80 meter band dengan kualitas natural seperti sedang mendengar HI-FI top end serba tabung :) .. Saya pejamkan mataku dan biarkan pikiran saya "melayang-layang" mengenang pengalaman indah saat saya masih duduk dibangku SD di Jakarta dan Singapura..

Bagi rekan yang berminat, diatas blog ini ada video radio Heathkit yang saya tampilkan di Youtube..silahkan klik di menu Youtube diatas dan enjoy the video..

Mudah-mudahan rekan yang sempet baca artikel ini juga mempunyai kenangan indah yang bisa dibagi-bagi di blog saya ini..Selamat berhari Minggu dan enjoy Radio Hobby..

Salam, JOY/YC0NSI

Jumat, 28 Mei 2010

Bertugas di Purwokerto, Jawa Tengah

Hari Rabu tanggal 26 Mei 2010, saya ada kerjaan di Purwokerto dan saya berangkat dengan kereta Argo Dwipangga jam 8 pagi dan tiba distasiun Purwokerto Jam 12.55 siang..

Purwokerto adalah sebuah kota yang mempunyai penduduk sebanyak 1,2 juta jiwa dan cuaca saat tiba sangat baik dengan langit yang biru dan suhu temperatur yang sejuk kurang lebih 26-28 derajat celsius..Kotanya sangat indah, teratur dan bersih (dibanding dengan Jakarta)..

Selain mengunjungi rekan kerja dan bekerja sampai sore hari, malamnya saya diajak menyantapi Nasi Liwet dipinggiran jalan kota..Hidangan Nasi Liwet dan Teh hangat tawar tidak kalah dengan yang di Solo..Terus, kami lanjut dan menuju ke utara kota Purwokerto ke tempat wisata terkenal di Jawa Tengah, yaitu Baturaden di lereng Gunung Slamet dengan ketinggian kurang lebih 300 meteran dari permukaan laut..Perjalanan ke Baturaden dengan kendaraan pribadi hanya 20 menit dengan jalan lurus yang menanjak cukup tajam..

Baturaden sangat digemari wisatawan dari sekitar Purwokerto dan seluruh Nusantara..Kalau diakhir Minggu dan liburan nasional, tempat wisata ini sangat dipadati penduduk lokal (seperti Puncak di Jakarta)..Cuaca saat kami tiba pada pukul 9 malam baik dan suhu sekitar 20 derajat celsius..Badan saya terasa fresh dan nafas terasa segar seperti lagi merokok rokok menthol :) .. Banyak tempat hiburan malam seperti Karoke, tempat makan dan kalau disiang hari ada tempat tuk Outdoor Activities seperti memancing, trekking, pemandian air panas, camping dan Flying Fox..

Kami sempet berhenti disebuah pasar tuk mencoba jagung bakarnya..Enak sekali rasanya sambil menikmati view kota Purwokerto dari ketinggian 300 meteran dari permukaan laut..Saya sempet mengeluarkan perangkat radio kecil dan sangat portable merek Yaesu model FT-817 (lihat foto)..Pesawat ini hanya mempunyai kekuatan memancar sebesar 5 Watt/QRP dan bisa beroperasi di All Mode (HF/6m/2m/70cm SSB/CW/AM/FM)..Untuk power supply, saya bawa DC cordnya tuk dicolokan ke Cigarette Lighter dikendaraan Kijang dan tuk antena saya menggunakan antena Teleskopik dari MFJ..Antena saya langsung konek ke belakang radio dan saya sambungkan juga kabel speaker sepanjang 10 meteran di terminal Ground radio tuk berfungsi sebagai kabel counterpoise (seperempat lambda tuk band 40 meter)..

Karena setting yang kurang pas, SWR sangat tinggi sampai 3:1 di Band 40 meter jadi saya tidak berani transmit dan cuma memutar-mutar frekuensi dari 7.040 Mhz sampai 7.100 Mhz..Seperti biasa, malam itu banyak rekan2 ORARI dari seluruh Nusantara yang sedang ber QSO ria..

Kurang lebih sejam kemudian, kami turun kembali ketempat penginapan di Hotel Dynasty dijantung kota..Sebelum tiba dihotel, kami sempet mampir tuk mencoba roti bakar yang terkenal dipinggir salah satu jalan besar dikota..Roti bakar cokelat dan keju ini saya lalapkan dengan kopi manis yang buat badan terasa hangat kembali dari rasa dingin..Kembali dihotel saya langsung istirahat karena sudah satu harian beraktifitas dan sudah lelah..

Dihari kedua, saya menyambung pekerjaan sampai sore dan dimalam hari saya sempet menyantap Bebek Goreng ala Purwokerto yang tiada duanya..Bebek gorengnya benar benar enak dimana dagingnya empuk dan bahkan tulangnya garing seperti makan kerupuk..dikesempatan ini, saya juga bertemu/Eyeball dengan OM Kus/YD2GTC dari lokal Purwokerto..sayangnya OM Kus lagi kurang sehat pada malam itu dan pertemuan kita cuma sampai selesainya acara makan malam..

Seusai makan malam pada pukul 21:00 dan sebelum menuju ke stasiun Purwokerto tuk kembali ke Jakarta pukul 23:30 malam dengan Argo Dwipangga, saya sempet diundang ke Karoke Lips di kompleks Hotel Dynasty..Tempatnya lumayan juga dan seleksi lagunya cukup up to date..Salah satu hobi saya adalah menyanyi dan malam itu saya bener-bener enjoy dan menghilangkan stress dari aktifitas seharian yang cukup padat..Jam 22:45, saya meninggalkan tempat Karoke dan didrop di stasiun kereta tuk kembali ke Jakarta..

Kunjungan saya ke kota Purwokerto memang singkat tapi cukup berhasil dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, saya akan ada kesempatan tuk kembali dan kali ini akan saya lebih siap tuk bisa mengtransmit dari Purwokerto menggunakan perangkat FT-817 QRP dengan call sign YC0NSI/2 portable..

Salam, JOY/YC0NSI


Selasa, 25 Mei 2010

Bernostalgia dengan Tedelex TE-4000 40 CH AM only CB


Perangkat transceiver saya yang pertama adalah Citizens' Band Radio atau radio CB yang sangat popular dari era tahun 1940an sampai sekarang..Puncak popularitasnya di Indonesia adalah ditahun 1970an sampai akhir dekade 80an..Saya yakin banyak rekan2 ORARI memulai karir radionya dari radio CB..

Radio yang tertera difoto atas ini adalah merek Tedelex model TE-4000 dan power supplynya merek DICK SMITH, kedua-duanya produk keluaran Australia yang dibeli dari baru ditoko elektronik Radio Shack/Tandy Corp di Melbourne di pertengahan tahun 1983 saat saya kuliah disana..CB ini cuma bisa beroperasi di Mode AM di frekuensi 11 meter band dari 26.965 Mhz (Channel 1) sampai 27.405 Mhz (Channel 40)..Maksimum output powernya cuma 4 watt menggunakan power supply Dick Smith 13.8 V dengan kekuatan Continuous 2 Amper dan 4 Amper Peak..

Senin, 24 Mei 2010

23 Mei 2010 - Mengikuti UNDX Contest

Dengan tidak direncanakan, pada hari Minggu tgl 23 Mei 2010 sore dari pukul 17:30 sampai pukul 19:00 WIB, saya ikut berpartisipasi di UNDX Contest yang diselenggarakan oleh Klub Amatir Kazakhstan, Asia Tengah (Central Asia)..

Perangkat yang saya gunakan adalah radio mono-bander tuk 10 meter merek Realistic (lihat foto diatas) yang saya beli dari seorang HAM di Tebet setahun yang lalu..Radio Realistic model HTX-100 ini hanya bisa beroperasi di mode USB dan CW/Morse dan dipasarkan oleh Radio Shack/Tandy Corp di USA dari tahun 1988 sampai akhir tahun 1990an dengan harga awal saat peluncuran sebesar US$250 sampai saat terakhir sebelum didiscontinue diobral dengan harga US$75 per unit..

Minggu, 23 Mei 2010

Awal dari sebuah hobi




Salam hangat kepada rekan2 ORARI , RAPI dan SWLer,

Awalnya dari saya masih berumur 4-5 tahunan di tahun 1960an..Kami sekeluarga masih tinggal dirumah Kakek di Asem Reges, Jakarta Barat..Tiap pukul 6 pagi WIB, alm. Kakek menyalakan radio Philips buatan tahun 60an yang masih serba tabung dan seukuran lemari es kecil..Beliau sangat gemar mendengarkan radio siaran luar negeri, terutama siaran gelombang pendek (SWBC) dari Tiong Kok, Belanda, Inggris dan Amerika..Saya sering mendekati radio Kakek dan coba mencermati beberapa bahasa asing, terutama bahasa Mandarin dan Inggris..